MOTIVASI
-
pengertian motivasi adalah
proses yang ikut menentukan intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam
usaha mencapai sasaran.
TEORI
HIERARKI KEBUTUHAN BY ABRAHAM MASLOW
Teori motivasi
yang paling terkenal adalah hierarki kebutuhan yang diungkapkan oleh Abraham
Maslow. Hipotesisnya mengatakan bahwa di dalam diri semua manusia bersemayam
lima jenjang kebutuhan, yaitu sebagai berikut :
1.
Psikologis : antara lain rasa
lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), seks, dan kebutuhan jasmani
lain.
2.
Keamanan : antara lain
keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.
3.
Sosial : mencakup kasih sayang,
rasa memiliki, di terima-baik, dan persahabatan.
4.
Penghargaan : mencakup faktor
penghormatan diri seperti harga diri, otonomi, dan prestasi; serta faktor
penghormatan dari luar seperti misalnya status, pengakuan, dan perhatian.
5.
Aktualisasi diri : dorongan
untuk menjadi seseorang / sesuatu sesuai ambisinya; yang mencakup pertumbuhan,
pencapaian potensi, dan pemenuhan kebutuhan diri.
Begitu
masing-masing kebutuhan ini terpenuhi secara substansial, maka kebutuhan
berikutnya akan menjadi dominan. Teori tersebut mengatakan bahwa meskipun tidak
ada kebutuhan yang bisa di penuhi sepenuhnya, namun kebutuhan tertentu yang
telah dipuaskan secara substansial tidak lagi menjadi pendorong motivasi.
Kebutuhan tersebut digambarkan dalam tingkat tinggi dan tingkat rendah.
Kebutuhan akan psikologis dan kebutuhan akan keamanan digambarkan sebagai
kebutuhan tingkat rendah sementara kebetuhan sosial, kebutuhan akan
penghargaan, dan aktualisasi diri didudukan kedalam tingkat tinggi. Pembedaan
tersebut berdasarkan alasan bahwa kebutuhan tingkat tinggi dipenuhi secara
internal (dalam diri orang itu), sedangkan kebutuhan tingkat rendah terutama di
penuhi secara eksternal (dengan upah, kontrak serikat buruh, dan masa kerja,
misalnya). Kebutuhan yang tak terpuaskan akan memotivasi atau, bahwa kebutuhan
tertentu yang terpuaskan akan mengaktifkan dorongan ke tingkat kebutuhan yang
baru.
TEORI X DAN Y
(DOUGLAS MCGREGOR)
Teori ini
mengemukakan dua pandangan yang berbeda mengenai manusia. Yang satu negatif, di
tandai sebagai teori X, dan yang lain positif di tandai sebagai teori Y. Teori
ini dikaji dari cara manajer menangani karyawannya. Menurut asumsi ini, manajer
cenderung menelurkan cara berperilakunya ke para bawahan.
Menurut teori X
empat asumsi yang di pegang para manajer adalah sebagi berikut :
1.
Karyawan secara inheren tidak
menyukai kerja, dan bila dimungkinkan akan mecoba menghindarinya.
2.
Karena karyawan tidak menyukai
kerja, mereka harus dipaksa, di awasi, atau diancam dengan hukuman untuk
mencapai sasaran.
3.
Karyawan akan menghindari
tanggung jawab dan mencari pengarahan formal bila mungkin.
4.
Kebanyakan karyawan menepatkan
keamanan di atas semua faktor lain yang terkait dengan kerja dan akan
menunjukkan ambisi yang rendah.
Teori Y, empat
asumsi positif sebagai berikut :
1.
Karyawan dapat memandang kerja
sebagai kegiatan alami yang sama dengan istirahat atau bermain.
2.
Orang – orang akan melakukan
penghargaan diri dan pengawasan diri jika mereka memiliki komitmen sasaran.
3.
Rata-rata orang dapat belajar
untuk menerima, bahkan mengusahakan, tanggung jawab.
4.
Kemampuan untuk mengambil
keputusan inovatif menyebar luas ke semua orang dan tidak hanya milik mereka
yang berada dalam posisi manajamen.
Teori X
mengasumsikan bahwa kebutuhan tingkat rendah mendominasi individu. Teori Y
mengasumsikan bahwa kebutuhan tingkat tinggi mendominasi individu.
TEORI DUA
FAKTOR (Frederick Herzberg)
·
Pengertian teori dua faktor atau disebut
juga dengan teori motivasi higiene adalah ada dua jenis faktor yang mendorong
seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan manjauhkan diri dari
ketidakpuasan, Dua faktor itu di sebut factor higine (faktor ekstrinsik) dan
factor motivator (faktor intrinsik).
-
Faktor higine memotivasi
seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk di dalamnya yaitu misalnya
pengawasan, gaji, kebijakan perusahaan, dan kondisi kerja. Sejumlah Kondisi
ekstrinsik pekerjaan apabila kondisi itu tidak ada menyebabkan ketidakpuasan di
antara para karyawan. Kondisi-kondisi ini dibutuhkan minimal untuk menjaga
ketidak puasan.
-
Sedangkan factor motivator
memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk di
dalamnya yaitu misalnya kemajuan, prestasi, pengakuan, penyeleaian dlm suatu
pekerjaan dll. Apabila sejumlah kondisi-kondisi tersebut ada maka dapat
berfungsi sebagai motivator, yang dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik.
Teori dua faktor
tidaklah tanpa cacat, kritik terhadap teori tersebut antara lain adalah :
1.
Prosedur yang digunakan
Herzberg terbatasi oleh metodologinya. Bila semuanya berlangsung baik, orang
cemderung menganggap itu berkat diri mereka. Sebaliknya, mereka menyalahkan
lingkungan luar jika terjadi kegagalan.
2.
Keandalan metodologi Herzberg
dipertanyakan. Karena penilai harus penafsiran, mungkin mereka dapat mencemari
penemuan dengan menafsirkan respon tertentu dengan cara tertentu namun di sisi
lain memperlakukan respon lain yang serupa dengan cara berbeda.
3.
Tidak di gunakannya ukuran
total kepuasan apa pun. Dengan kata lain, seseorang dapat menyukai bagian
pekerjaanya. Toh masih berpikir bahwa pekerjaan itu dapat di terimanya.
4.
Teori itu tidak konsisten
dengan riset sebelumnya. Teori dua faktor mengabaikan variabel-variabel
situasi.
5.
Herzberg mengasumsikan hubungan
antara kepuasan dan produktivitas. Tetapi metodologi riset yang dia gunakan
hanya memandang ke kepuasan, bukan produktivitas. Untuk membuat agar riset
semacam itu relevan, kita harus mengasumsikan hubungan yang kuat antara
kepuasan dan produktivitas.
TEORI ERG
(Clayton Alderfer)
Teori ERG ini
merupakan revisi ulang dari teoti hierarki kebutuhan Maslow.
·
Pengertian teori ERG
(Exsitance, Relatedness, Growth) :
teori ERG
merupakan kelompok kebutuhan inti yang terdiri dari eksistensi (existance),
keterhubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth).
-
Kelompok Eksistensi :
memperhatikan tentang pemberian persyaratan keberadaan materiil dasar kita,
mencakup kebutuhan psikologis dan keamanan yang disebutkan maslow.
-
Kelompok Keterhubungan : meliputi
hasrat yang dimiliki seseorang untuk memelihara hubungan antar pribadi yang
penting, hasrat sosial dan status menuntut terpenuhinya interaksi dengan
oranh-orang lain. Hasrat ini sama dengan kebutuhan sosial pada Maslow.
-
Kelompok Pertumbuhan :
merupakan hasrat intrinsik untuk perkembangan pribadi, yang mencakup komponen
intrinsik dari kategori penghargaan dan karakteristik aktualisasi diri pada
Maslow.
Perbedaan dari
teori ERG dan Maslow, yaitu teori ERG memperlihatkan bahwa :
1.
Lebih dari satu
kebutuhan dapat berjalan pada saat yang sama.
Teori ERG tidak
berasumsi hierarki yang kaku dimana kebutuhan lebih rendah harus terlebih
dahulu terpuaskan secara substansial sebelum seseorang tersebut dapat maju
terus. Misalnya, seseorang dapat mengusahakan pertumbuhan meskipun kebutuhan
eksistensi dan dan keterhubungan terpenuhi atau ketiga kebutuhan tersebut dapat
berjalan sekaligus.
2.
Jika kepuasaan pada
kebutuhan tingkat lebih tinggi tertahan, maka hasrat untuk memenuhi kebutuhan
tingkat lebih rendah meningkat.
Teori ERG
berasumsi bahwa meskipun kebutuhan yang teratas belum terpenuhi, kebutuhan yang
paling rendah masih dapat berjalan. Misalnya, ketidakmampuan memuaskan
kebutuhan akan interaksi sosial meningkatkan hasrat orang tersebut untuk
mermiliki lebih banyak uang.
Teori ERG
berargumen bahwa kebutuhan tingkat lebih rendah yang terpuaskan akan
menghantarkan ke hasrat untuk memenuhi kebutuhan tingkat lebih tinggi. Tetapi
kebutuhan ganda dapat beroperasi sebagai motivator pada saat yang sama, dan
frustasi ketika berusaha memuaskan kebutuhan tingkat lebih tinggi dapat
menghasilkan regresi ke kebutuhan tingkat lebih rendah.
TEORI
KEBUTUHAN (McClelland)
Teori ini
merupakan teori yang berfokus kepada tiga kebutuhan : prestasi, kekuasaan, dan
kelompok pertemanan
1.Kebutuhan
akan Prestasi(nAch-achievement need) : Dorongan
untuk unggul, untuk berprestasi berdasar seperangkat standart untuk bekerja
keras supaya sukses.
Prestasi di sini mengatakan mereka tidak suka sesuatu bersifat
kebetulan/ berjudi(tidak memperoleh kepuasan dari kebetulan), Mereka tidak suka
seuatu yang terlalu mudah (probabilitas keberhasilan tinggi/ tdk ada
tantangan), dan terlalu sukar (probabilitas keberhasilan rendah) melainkan
tugas-tugas bersifat sedang. Bila sifat-sifat ini muncul, akan memotivasi peraih
prestasi tinggi.
Misalnya, dalam kegiatan wiraswasta mereka menjalankan bisnis mereka
sendiri dan mengelola unit mandiri di dalam organisasi besar.
2.Kebutuhan akan Kekuasaan (nPow-need of power) : Kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara
yang sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
Individu dengan
nPow yg tinggi menikmati kekuasaan, bertarung untuk dapat mempengaruhi org
lain. Suka d tempatkan dalam situasi kompetitif , berorientasi status, dan ber prestise
(gengsi). Npow cenderung dikaitkan dengan kesuksesan manajerial.
3.Kebutuhan
akan Kelompok Pertemanan (naff-need for affiliation): Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.
Kelompok ini
lebih menyukai situasi yang kooperatif daripada situasi kompetitif, dan
menginginkan hubungan dengan derajat timbal balik yg tinggi.
TEORI
EVALUASI KOGNITIF
·
Pengertian teori kognitif : faktor ekstrinsik tinggi yang di dapat seseorang akan cenderung
mempengaruhi berkurangnya faktor intrinsik atau motivasi dari orang itu
sendiri.
Misalnya dalam
sebuah organisasi/ perusahaan yang memberikan imbalan/ upah atas kinerja
karyawannya, akan mengurangi keseluruhan tingkat motivasi.
Mengapa hal itu
bisa terjadi ??
Individu
mengalami hilangnya kendali terhadap perilakunya sehingga motivasi instrinsik
sebelumnya akan berkurang. Upah atau ganjaran ekstrinsik harus merupakan
motivator yang efektif. Namun ganjaran tersebut harus di buat berdasarkan
kinerja individu. Namun tetapi teori kognitif akan berargumen, ini hanya akan
mengurangi kepuasan internal yang diterima individu dari mengerjakan tugas
tersebut.
TEORI
PENERAPAN SASARAN (Gene Broadwater)
Pengertian
teori penerapan sasaran yaitu : tujuan yang khusus
dan sulit, dengan umpan balik menghantar kepada kinerja yang lebih tinggi
(tujuan lebih kuantitatif dan bukan kualitatif) atau tujuan yang spesifik
merupakan kekuatan dari motivasi.
Misalnya :
seorang anak akan lebih termotivasi apabila ayahnya berpesan “kamu harus
berjuang untuk memperoleh 85% atau lebih dari pelajaran bahasa inggris”.
Daripada apabila diberikan target/ tujuan “lakukanlah sebaik-baiknya”.
TEORI PENGUATAN (Lawan pendapat terhadap teori penetapan sasaran)
Pengertian teori penguatan : teori
di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya jadi
teori tersebut mengabaikan keadaan batin individu dan hanya terpusat pada apa
yang terjadi pada seseorang ketika ia melakukan tindakan.
Pendekatan dari teori ini adalah pendekatan perilaku
(behavioristik). Contoh : bila seseorang secara konsisten ditegur karena
produktivitasnya melebihi rekan-rekannya dalam perusahaan, maka kemungkinan
besar orang tersebut akan mengurangi produktivirasnya.
TEORI HANYUT (Flow dan motivasi intrinsik)
Pengertian teori : kegiatan yg menguras
perhatian sehingga seseorang mencapai perasaan tidak di batasi waktu
(timelessness).
Suatu unsur
penting dalam pengalaman flow adalah bahwa motivasi itu tidak berkaitan dengan
sasaran akhir. Kegiatan yang dilakukan manusia ketika mencapai perasaan yang
tidak dibatasi oleh waktu itu berasal dari proses aktivitas itu sendiri dan
bukan upaya untuk mencapai sasaran. Dengan demikian ketika seseorang memiliki
perasaan hanyut (flow), maka dia benar-benar termotivasi secara intrinsik.
Mereka yang
terlalu tenggelam dalam konsentrasi yang dalam. Tetapi ketika tugas yang
mengakibatkan flow itu selesai, dan orang melihat kembali apa yang terjadi,
maka dia dipenuhi rasa syukur karena pengalaman itu. Selanjutnya, kepuasan yang
diterima dari pengalaman itu disadari. Dan keinginan untuk mengulangi
pengalaman itulah yang menciptakan motivasi yang berkelanjutan.
Kejadian flow
lebih sering muncul di tempat kerja daripada di saat waktu luang, dimana di
saat waktu luang orang akan cenderung untuk bingung dan bosan karena tidak ada
sasaran untuk dilakukan.
Contoh kejadian
flow misalnya ketika seorang chef restoran menyiapkan masakan dengan sibuknya.
MODEL
MOTIVASI INTRINSIK (Ken Thomas)
Pemahaman yang lebih jelas tentang flow
sudah ditawarkan dalam model motivasi intrinsik Ken Thomas. Perluasan konsep
flow ini mengidentifikasi unsur pokok yang menciptakan motivasi intrinsik.
Thomas menggambarkan karyawan sebagai orang
yang termotivasi secara intrinsik bila dia benar-benar peduli dengan
pekerjaannya, mencari cara yang lebih baik untuk melakukannya, dan mendapat
kekuatan dan kepuasan dalam melakukannya dengan baik. Seperti pada flow,
imbalan yang didapatkan dari motivasi intrinsik datang dari pekerjaan itu
sendiri dan bukan dari faktor-faktor eksternal seperti kenaikan gaji atau
pujian dari atasan. Model Thomas mengemukakan bahwa motivasi intrinsik dicapai
ketika orang mengalami perasaan-perasaan adanya pilihan, kompetensi, penuh
arti, dan kemajuan. Dia menetapkan komponen-komponen ini sebagai berikut:
- Pilihan adalah peluang untuk mampu
menyeleksi kegiatan-kegiatan tugas yang masuk akal bagi seseorang dan
melaksanakannya dengan cara yang memadai.
- Kompetensi adalah pencapaian yang
seseorang rasakan saat melakukan kegiatan pilihannya dengan cara yang amat
terampil.
- Penuh arti adalah peluang untuk mengejar
sasaran tugas yang bernilai: sasaran yang terjadi dalam skema yang lebih besar.
- Kemajuan adalah perasaan seseorang bahwa
membuat langkah maju berarti dalam mencapai sasaran tugasnya.
Thomas melaporkan sejumlah riset yang
meninjukkan bahwa keempat komponen motivasi intrinsik ini berhubungan erat
dengan peningkatan kepuasan kerja dan perbaikan kinerja. Akan tetapi, hampir
semua studi yang dilaporkan oleh Thomas dilakukan terhadap karyawan profesional
dari kalangan manajer. Namun prediksi motivasi intrinsik pada kaum buruh biasa,
sampai sekarang belum jelas.
- teori kesetaraan ( jane pearson)
Jane melukiskan peran yang dimainkan oleh
kesetaraan dengan motivasi. karyawan membandingkan input mereka(upaya,
pengalaman, pendidikan, kemampuan) mereka dengan output (level kenaikan
gaji,pengakuan 1 sama lain). mereka memprepsikan bahwa apa yang kita peroleh
dengan situasi kerja untuk dibandingkan dengan apa yang kita hasilkan dan
kemudian kita bandingkan rasio output input kita dengan rasio output input
orang relevan. jika kita membandingkan rasio kita sama dengan rasio orang
relevan pada umumnya disebutkan bahwa rasio kita setara
- teori pengharapan victor vroom :
Teori ini beragumen bahwa kecenderungan
untuk bertindak tergantung dari cara tertentu bergantung pada kekuatan dan
harapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh output tertentu dantergantung dari
daya tarik output bagi individu tersebut
1. hubungan upaya dengan kinerja :
Probabilitas yang dideskripsikan oleh
individu yang mengeluarkan sejumlah upaya tertentu itu akan mendorong kinerja
2. hubungan kinerja imbalan :
Sampai sejauh mana individu itu meyakini
bahwa berkinerja pada tingkat tertentu akan mendorong tercapainya output yang
diinginkan
3. hubungan imbalan sasaran pribadi :
Sampai sejauh mana imbalan-imbalan
organisasi memenuhi sasaranatau kebutuhan pribadi individu serta potensi dan
daya tarik imbalan tsb bagi individu tsb
- motivasi dari konsep kepenerapan
1. manajemen berdasarkan tujuan (MBO) :
Menetapkan sasaran seorang partisipatif
yang berwujud, dapat diperiksa kebenarannya, bukanlah gagasan baru. Bahkan MBO
dikemukakan lbh dr 45 tahun sebagai sarana penggunanaan untuk memotivasi
karyawan, bkn untuk mengendalikan mereka
2. menghubungkan MBO dengan teori :
Daya tarik MBO terletak pada penekanannya
untuk mengubah tujuan organisasi secara keseluruhan menjadi tujuan khusus
unit-unit tertentu dimana para individu menjadi anggota. menjalankan konsep
tujuan dengan merancang suatu proses dimana sasaransecara bertingkat diturunkan
pada proses organisasi tsb. tujuan khusus bertingkat (divisi, departemen,
individu). 4 unsur umum dlm MBO yakni spesifikasi sasaran, pengambilan
keputusan partisipatif, jangka waktu yg eksplisit, umpan balik tenaga kerja
3. MBO dalam praktik :
Dalam sejumlah kasus yg terdokumentasi, MBO
telah dilaksanakan namun gagal memenuhi keinginan manajemen,namun bila diamati
jarang kesalahan terjadi pada MBO sendiri. sebabnya lbh cenderung pada faktor2
misalnya pengaharapan yang tidak realistis mengenai hasil, kurang komitmen
manajemen puncak, ketidakmampuan untuk memberikan imbalan pada pencapaian
sasaran,juga dpt muncul akibat ketidaksesuaian budaya
- Program pengakuan karyawan
Pengakuan karyawan adalah bentuk dari
perhatian pribadi, penunjukkan apresiasi atas pekerjaan yang dilakukan dengan
baik
1. menautkan program pengakuan dan teori
penguatan
konsisten dengan teori penguatan, yang
memberikan imbalan atau pujian kepada karyawan, ada bermacam2 bentuk nya. dapat
memuji karyawan tsb di depan khalayak umum, anda jg dpt memberikan sambutan
atau kata2 yang membangun dan motivasi, juga dpt membangun rasa kepedulian
antar kelompok dengan merayakan suatu keberhasilan tim, yang terpenting
mewujudkan rasa anda memberikan apresiasi kpd karyawan tsb
2. program pengakuan karyawan dalam praktik
salah satu alat pengakuan yang digunakan
adalah alat usulan, karyawan memberikan usul untuk memperbaiki proses atau
memotong biaya lalu diberikan imbalan berupa uang tunai
- Program pelibatan karyawan
merupakan proses partisipasi yang menggunakan
seluruh kapasitas karyawan dan dirancang untuk meningkatkan pembentukan
komitmen dengan kesuksesan organisasi Contoh2 :
* manajemen partisipatif : digunakannya
pengambilan keputusan secara bersama2, bawahan berbagi dengan tingkatan untuk
memberikan masukkan kepada atasannya
* manajamen representatif : mendistribusi
ulang kekuasaan organisasi, dengan menempatkan posisi buruh sejajar dengan
pihak manajemen dan pemegang saham
* lingkaran mutu : kelompok kinerja yg
terdiri dr 8-10 karyawan dan penyelia yang memiliki wilayah tanggung jawab
bersama
* rencana kepemilikan saham karyawan :
rencana tunjangan yg direncanakan oleh perusahaan dimana karyawan memperoleh
sebagian dr tunjangannya
- Mengaitkan program keterlibatan karyawan
dengan teori motivasi
Program instrinsik dengan mengaitkan kepada
tanggung jawab,kesempatan untuk berkembangan, dan keterlibatan dengan pekerjaan
itu sendiri. Program ekstensif jelas memiliki potensial untuk mengaitkan
motivasi instrinsik karyawan dalam tugas dan menciptakan pengalaman dengan
energi penuh
1. program keterlibatan karyawan dalam
praktik
menginformasikan bahwa penting nya
modifikasi praktik untuk menciptakan budaya nasional yang baik, juga dapat
menimbulkan kesan negatif terhadap kepenerimaan karyawan apabila sistem yang
berjalan tidak selaras
- program upah variabel
rancangan upah per unit yang dihasilkan
oleh karyawan, intensif upah, bonus, dan bagi hasil adalah ragam dari program
upah-variabel
1. mengatikan program upah variable dan
teori pengharapan
invidu seharusnya dapat mereprentasikan
imbalan dan makna yang mereka terima jika motivasinya dimaksimalkan. jika
imbalan dialokasikan kepada faktor-faktor bukan kinerja seperti senioritas atau
jabatan, maka karyawan akan mengurangi kinerja nya
2. program upah variabel dalam praktik
upah variabel merupakan cara tercepat untuk
menggantikan kenaikan biaya hidup tahunan. upah biaya dengan mengkompensasi
para manajer lbh dari - dasawarsa. kecenderungan ini sudah mencakup kepada
karyawan non-manajerial, IBM, WallMart, Pizza Hut, Cigna Corp adalah contoh
perusahaan yang menggunakaan program upah variabel kepada karyawan kelas bawah
- rencana upah berdasarkan keterampilan
apabila ditinjau dari aspek manajemen,
adalah keluwesannya(fleksibilitas). pengisian karyawan akan lebih mudah apabila
karyawan bisa saling menukar masing2 keterampilannya. dilihat belakangan ini
bahwa perusahaan cenderung mengurangi anggota kinerjanya dan mencari tenaga
spesialis
1. mengaitkan dengan teori motivasi
program upah ini sangat berkaitan dengan
teori motivasi, karena mendorong karyawan untuk mempelajari, memperluas
keterampilannya yang mana sesuai dengan teori ERG. Mengupah orang untuk
menunjukkan keterampilannya melalui prestasi yang dihasilkan, setelah diriset
ternyata dapat memacu kinerja karyawan
2. rencana upah berdasarkan keterampilan
dlm praktik
Meningkatnya penggunaan keterampilan
sebagai basis pengupahan organisasi terlihat begitu menonjol hingga di
persaingan luar negeri. juga upah berdasarkan keterampilan sedang bergeser dari
pabrik ke lantai tenaga kerja kerah putih, dan jauh dari kamtor eksekutif
- tunjangan fleksibel
adalah memungkinkan karyawan untuk memilih
dan mengambil kebutuhan sesuai dengan yg dibutuhkan. gagasannya adalah
memungkinkan untuk memilih paket tunjangan sesuai kebutuhan dan situasi nya
1. mengaitkan dengan teori pengharapan
Jadi teori nya memberikan tunjangan kepada
karyawan dijadikan suatu bentuk motivator. konsisten dengan teori pengharapan,
bahwa seharusnya ditautkan dengan sasaran masing-masing karyawan, maka tunjangan
memperlakukan imbalan secara lebih personal kepada karyawan untuk dapat memilih
paket tunjangannya sesuai kebutuhan msg2
2. tunjangan fleksibel dalam praktik
Hampir 13 persen perusahaan baik besar
sedang maupun kecil di Amerika Serikat memiliki bentuk tunjangan fleksibel.
termasuk TRW System, Verizon, Educational Testing System. Di masa mendatang,
bisa memperkirakan presntase ini meningkat yg mencerminkanmakin beranekaragam
nya kebutuhan di antara karyawan
- isu2 khusus dalam memotivasi
* memotivasi para profesional
Lazimnya, uang dan promosi terletak di
urutan paling bawah dari daftar yang ingin mereka capai. pekerja profesional
berbeda dengan non-profesional, imbalan bagi diri mereka adalah hasil dari
pekerjaan itu sendiri. tantangan pekerjaan merupakan prioritas tertinggi dalam
hidupnya, mereka cenderung menyukai solusi dari suatu pemecahan masalah
* memotivasi pekerja sementara
adalah kesempatan untuk memiliki status
atau pekerjaan permanen. telah dibuktikan bahwa menurut penelitian pekerja
sementara justru lebih berusaha dibandingkan pekerja tetap dikarenakan ada
sesuatu yang ingin mereka capai yaitu pekerjaan yg tetap, mereka menunjukkan
kinerja mereka dengan baik
* memotivasi tenaga kerja beragam
perlu disadari bahwa tidak semua org
berorientasi dengan uang, setiap org memilki passion tersendiri dalam apa yang
ingin mereka capai. ada yg menginginkan jabatan, status sosial, atau hanya
sekedar mengabdi dan memberikan kemampuan mereka tanpa pamrih. kata kunci untuk
dapat memotivasi tenaga kerja beragam adalah fleksibilitas, bersiap uuk
merancang jadwal kerja, kompensasi, tunjangan, fisik karyawan dan semacamnya
untuk mencerminkan kebutuhan karyawan yg beragam
* memotivasi pekerja jasa keterampilan
rendah
Pendekatan yang dapat dilakukan untuk
memotivasi orang-orang ini adalah berfokus dengan memberikan pekerjaan yang
lebih luwes dan mengisi posisi kerja ini dengan para remaja atau pensiunan yang
tidak memerlukan gaji yang terlalu banyak, karena pendapatan ini tidak mencapai
tingkat kepuasan
- memotivasi karyawan melakukan tugas
berulang-ulang
memotivasi individu ini harus diawali
dengan seleksi yang hati2, karena setiap orang memiliki tikat toleransi yang
berbeda, banyak org yang menyukai melakukan pekerjaan dengan variasi yang
minim, orang macam tersebut tentu lebih cocok dengan pekerjaan baku daripada
pertumbuhan dan otonomi. banyak pekerjaan baku, khususnya di manufaktur dibayar
tinggi. meski upah tinggi memiliki dampak pengurangan perekrutan karyawan namun
tidak mempermudah pencarian karyawan yang bermotivasi tinggi. juga bisa
diimbangi dengan pengerjaan dalam kelompok yang dapat membantu meringankan dan
menimbulkan empati.
No comments:
Post a Comment