Wednesday, June 11, 2014

EMOSI

•Emosi adalah faktor penting dalam perilaku karyawan, namun sampai saat ini topik tentang emosi kurang mendapat perhatian di bidang OB. Berikut dua faktor penyebabnya :
1.Mitos tentang rasionalitas
2.keyakinan bahwa emosi macam apa pun bersifat merusak

Apakah Emosi itu?
•Emosi adalah reaksi terhadap obyek, bukan sifat kepribadian. Emosi bersifat spesifik-obyek.
Tenaga kerja emosional : Setiap karyawan mencurahkan tenaga fisik dan mental bila mereka mencurahkan kemampuan fisik dan kognitif mereka, berurutan, ke dalam pekerjaan mereka

Emosi yang Dirasakan Versus Emosi yang Ditampilkan
•Emosi yang dirasakan adalah emosi aktual individu.
•Sebaliknya, emosi yang ditampilkan adalah emosi yang dituntut oleh organisasi dan dianggap tepat dalam pekerjaan tertentu.
•Hal terpenting di sini adalah bahwa emosi yang dirasakan dan emosi yang ditampilkan sering berbeda.
•Ex : Karyawan harus menyesuaikan emosi dengan tuntutan pelanggan.

DIMENSI-DIMENSI EMOSI
Perbedaan
-Salah satu cara untuk mengklasifikasikannya adalah mengelompokkan apakah emosi tersebut positif atau negatif.
-Emosi yang positif seperti kebahagiaan dan harapan, mengungkapkan penilaian atau perasaan yang menyenangkan.
-Emosi negatif seperti kemarahan atau kebencian, mengungkapkan sebaliknya.
-Emosi tidak bisa netral. Yang netral adalah non-emosional. Yang terpenting, emosi negatif tampaknya memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap individu-individu.

-Ada enam emosi universal yaitu :
    Kemarahan, ketakutan, kesedihan, kegembiraan kejijikan, dan keterkejutan

Intensitas
-Orang memberikan tanggapan yang berbeda terhadap rangsangan pemicu emosi yang identik.
-Dalam sebagian kasus perbedaan itu dapat disebabkan oleh kepribadian individu, namun bisa juga perbedaan itu merupakan hasil dari tuntutan pekerjaan.
-Kemampuan orang bervariasi dalam mengekspresikan intensitas. (ex : ada orang yang mudah emosi dan ada yang tidak)
-Pekerjaan menuntut persyaratan tenaga kerja emosional dengan intensitas yang berbeda.
Ex : perbedaan dalam pekerjaan hakim pengadilan dan pembawa acara di televise

Frekuensi dan Durasi
Tenaga kerja emosional yang menuntut frekuensi tinggi atau durasi lama lebih menuntut upaya lebih besar dari karyawan.
Ukuran keberhasilan karyawan dalam mencapai permintaan emosional dari satu jabatan yang ada tergantung tidak hanya pada emosi apa saja yang perlu ditampilkan dan berapa besar intensitasnya, tapi  juga seberapa sering dan seberapa lama usaha tersebut harus dilakukan.

Jenis Kelamin & Emosi
       Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang lebih besar daripada pria.
       Mereka mengalami emosi lebih hebat, dan mereka lebih sering menampilkan ekspresi dari emosi baik yang positif maupun negatif, kecuali kemarahan.
       Wanita lebih baik dalam membaca isyarat-isyarat nonverbal dan paralinguistik dibanding pria.
       Bagaimana menjelaskan perbedaan  tersebut?


       Ada tiga jawaban yang mungkin telah dikemukakan. Pertama, cara yang berbeda pada pria dan wanita itu sudah disosialisasikan.
  1. Pria diajarkan untuk keras dan berani, maka di harus menunjukkan emosi yang sesuai dengan citra ini. Wanita, dipihak lain, disosialisasikan sebagai pengasuh.
  2. Kedua, wanita mungkin memiliki kemampuan bawaan lebih untuk membaca orang lain dan menampakkan emosi mereka dibandingkan pria.
  3. Ketiga, wanita mungkin memiliki kebutuhan lebih besar untuk mendapatkan pengakuan sosial dan, dengan demikian, memiliki kecenderungan lebih besar untuk menunjukkan emosi yang positif, seperti keceriaan.

Aplikasi-aplikasi OB
1.     Kemampuan dan Seleksi
      Orang yang mengetahui emosi mereka sendiri dan bisa dengan baik membaca emosi orang lain bisa menjadi lebih efektif dalam pekerjaan mereka.
      Kecerdasan Emosioal merujuk ke kumpulan keterampilan, kapabilitas, dan kompetensi nonkognitif, yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam menghadapi tuntutan dan tekanan lingkungan.Emosional dari terdiri lima dimensi:
-Kesadaran diri.
-Pengelolaan diri.
-Motivasi diri.
-Empati.
2. Pengambilan keputusan.
      Seringkali orang bisa membuat keputusan berbeda ketika mereka marah dan tertekan daripada mereka dalam keadaan tenang.
      Emosi-emosi negatif dapat mengakibatkan terbatasnya pencarian alternatif baru dan kurang cermatnya penggunaan informasi.
      Namun emosi-emosi positif dapat meningkatkan pemecahan masalah dan memudahkan integritas informasi.
      Kegagalan untuk memasukkan emosi ke dalam studi tentang proses keputusan akan menghasilkan pandangan yang tidak lengkap (dan sering tidak akurat)  tentang  proses tersebut.

3. Motivasi
      Teori motivasi pada dasarnya mengemukakan bahwa individu-individu “termotivasi ke perilaku yang diharapkan yang diharapkan dapat membawa hasil yang diinginkan.
      Citranya adalah pertukaran rasional, yaitu karyawan pada hakikatnya menukar usaha untuk untuk mendapatkan upah, tunjangan, promosi, dan lain-lain.
      Persepsi dan kalkulasi situasi mereka dipenuhi dengan muatan emosional yang sangat mempengaruhi besarnya usaha yang mereka kerahkan.

4. Kepemimpinan.
      Pemimpin yang efektif hampir semuanya mengandalkan ekspresi perasaan untuk membantu menyampaikan pesan mereka.
      Sesungguhnya, ungkapan emosi dalam pidato sering menjadi unsur penting yang yang mengakibatkan individu menerima atau menolak pesan seorang pemimpin.

5. Konflik Interpersonal.
      Keberhasilan manajer dalam upayanya untuk menyelesaikan konflik, sering sangat dipengaruhi oleh kamampuannya untuk  mengidentifikasi unsur-unsur emosional dalam konflik dan mengarahkan pihak-pihak yang tertikai agar berhasil mengatasi emosi mereka.
      Sedangkan manajer yang mengabaikan unsur-unsur emosional dalam konflik, yang berfokus hanya pada hal-hal yang rasional dan berhubungan dengan tugas, tidak akan mungkin menjadi efektif dalam menyelesaikan konflik mereka.

6. Perilaku Menyimpang di Tempat Kerja.
      Perilaku-perilaku menyimpang tersebut dapat bersifat kekerasan atau non kekerasan dan dimasukkan ke dalam kategori-kategori.
      Kecemburuan adalah emosi yang terjadi bila anda marah karena seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak anda dapatkan, yang sebenarnya sangat anda dambakan.
      Kecemburuan dapat menyebabkan perilaku menyimpang dan bersifat dendam.












  

No comments:

Post a Comment