•Emosi adalah faktor penting dalam perilaku karyawan, namun
sampai saat ini topik tentang emosi kurang mendapat perhatian di bidang OB. Berikut
dua faktor penyebabnya :
1.Mitos tentang rasionalitas
2.keyakinan bahwa emosi macam apa pun bersifat merusak
Apakah Emosi itu?
•Emosi adalah reaksi terhadap obyek, bukan sifat
kepribadian. Emosi bersifat spesifik-obyek.
Tenaga kerja emosional : Setiap karyawan mencurahkan tenaga
fisik dan mental bila mereka mencurahkan kemampuan fisik dan kognitif mereka,
berurutan, ke dalam pekerjaan mereka
Emosi yang Dirasakan Versus Emosi
yang Ditampilkan
•Emosi yang dirasakan adalah emosi aktual individu.
•Sebaliknya, emosi yang ditampilkan adalah emosi yang
dituntut oleh organisasi dan dianggap tepat dalam pekerjaan tertentu.
•Hal terpenting di sini adalah bahwa emosi yang dirasakan
dan emosi yang ditampilkan sering berbeda.
•Ex : Karyawan harus menyesuaikan emosi dengan tuntutan
pelanggan.
DIMENSI-DIMENSI EMOSI
Perbedaan
-Salah satu cara untuk mengklasifikasikannya adalah
mengelompokkan apakah emosi tersebut positif atau negatif.
-Emosi yang positif seperti kebahagiaan dan harapan,
mengungkapkan penilaian atau perasaan yang menyenangkan.
-Emosi negatif seperti kemarahan atau kebencian,
mengungkapkan sebaliknya.
-Emosi tidak bisa netral. Yang netral adalah non-emosional.
Yang terpenting, emosi negatif tampaknya memiliki pengaruh yang lebih besar
terhadap individu-individu.
-Ada enam emosi universal yaitu :
Kemarahan,
ketakutan, kesedihan, kegembiraan kejijikan, dan keterkejutan
Intensitas
-Orang memberikan tanggapan yang berbeda terhadap rangsangan
pemicu emosi yang identik.
-Dalam sebagian kasus perbedaan itu dapat disebabkan oleh
kepribadian individu, namun bisa juga perbedaan itu merupakan hasil dari
tuntutan pekerjaan.
-Kemampuan orang bervariasi dalam mengekspresikan
intensitas. (ex : ada orang yang mudah emosi dan ada yang tidak)
-Pekerjaan menuntut persyaratan tenaga kerja emosional
dengan intensitas yang berbeda.
Ex : perbedaan dalam pekerjaan hakim pengadilan dan pembawa
acara di televise
Frekuensi dan Durasi
Tenaga kerja emosional yang menuntut frekuensi tinggi atau
durasi lama lebih menuntut upaya lebih besar dari karyawan.
Ukuran keberhasilan karyawan dalam mencapai permintaan
emosional dari satu jabatan yang ada tergantung tidak hanya pada emosi apa saja
yang perlu ditampilkan dan berapa besar intensitasnya, tapi juga seberapa sering dan seberapa lama usaha
tersebut harus dilakukan.
Jenis Kelamin & Emosi
• Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang
lebih besar daripada pria.
• Mereka mengalami emosi lebih hebat, dan
mereka lebih sering menampilkan ekspresi dari emosi baik yang positif maupun
negatif, kecuali kemarahan.
• Wanita lebih baik dalam membaca
isyarat-isyarat nonverbal dan paralinguistik dibanding pria.
• Bagaimana menjelaskan perbedaan tersebut?
• Ada tiga jawaban yang mungkin telah
dikemukakan. Pertama, cara yang berbeda pada pria dan wanita itu sudah
disosialisasikan.
- Pria diajarkan untuk keras dan berani, maka di harus menunjukkan emosi yang sesuai dengan citra ini. Wanita, dipihak lain, disosialisasikan sebagai pengasuh.
- Kedua, wanita mungkin memiliki kemampuan bawaan lebih untuk membaca orang lain dan menampakkan emosi mereka dibandingkan pria.
- Ketiga, wanita mungkin memiliki kebutuhan lebih besar untuk mendapatkan pengakuan sosial dan, dengan demikian, memiliki kecenderungan lebih besar untuk menunjukkan emosi yang positif, seperti keceriaan.
Aplikasi-aplikasi
OB
1.
Kemampuan dan
Seleksi
•
Orang yang mengetahui emosi mereka
sendiri dan bisa dengan baik membaca emosi orang lain bisa menjadi lebih
efektif dalam pekerjaan mereka.
•
Kecerdasan Emosioal merujuk ke kumpulan
keterampilan, kapabilitas, dan kompetensi nonkognitif, yang mempengaruhi
kemampuan seseorang untuk berhasil dalam menghadapi tuntutan dan tekanan
lingkungan.Emosional dari terdiri lima dimensi:
-Kesadaran diri.
-Pengelolaan diri.
-Motivasi diri.
-Empati.
2. Pengambilan keputusan.
•
Seringkali orang bisa membuat keputusan
berbeda ketika mereka marah dan tertekan daripada mereka dalam keadaan tenang.
•
Emosi-emosi negatif dapat mengakibatkan
terbatasnya pencarian alternatif baru dan kurang cermatnya penggunaan
informasi.
•
Namun emosi-emosi positif dapat
meningkatkan pemecahan masalah dan memudahkan integritas informasi.
•
Kegagalan untuk memasukkan emosi ke
dalam studi tentang proses keputusan akan menghasilkan pandangan yang tidak lengkap
(dan sering tidak akurat) tentang proses tersebut.
3. Motivasi
•
Teori motivasi pada dasarnya
mengemukakan bahwa individu-individu “termotivasi ke perilaku yang diharapkan
yang diharapkan dapat membawa hasil yang diinginkan.
•
Citranya adalah pertukaran rasional,
yaitu karyawan pada hakikatnya menukar usaha untuk untuk mendapatkan upah,
tunjangan, promosi, dan lain-lain.
•
Persepsi dan kalkulasi situasi mereka
dipenuhi dengan muatan emosional yang sangat mempengaruhi besarnya usaha yang
mereka kerahkan.
4. Kepemimpinan.
•
Pemimpin yang efektif hampir semuanya
mengandalkan ekspresi perasaan untuk membantu menyampaikan pesan mereka.
•
Sesungguhnya, ungkapan emosi dalam
pidato sering menjadi unsur penting yang yang mengakibatkan individu menerima
atau menolak pesan seorang pemimpin.
5. Konflik
Interpersonal.
•
Keberhasilan manajer dalam upayanya
untuk menyelesaikan konflik, sering sangat dipengaruhi oleh kamampuannya
untuk mengidentifikasi unsur-unsur
emosional dalam konflik dan mengarahkan pihak-pihak yang tertikai agar berhasil
mengatasi emosi mereka.
•
Sedangkan manajer yang mengabaikan
unsur-unsur emosional dalam konflik, yang berfokus hanya pada hal-hal yang
rasional dan berhubungan dengan tugas, tidak akan mungkin menjadi efektif dalam
menyelesaikan konflik mereka.
6. Perilaku
Menyimpang di Tempat Kerja.
•
Perilaku-perilaku menyimpang tersebut
dapat bersifat kekerasan atau non kekerasan dan dimasukkan ke dalam
kategori-kategori.
•
Kecemburuan adalah emosi yang terjadi
bila anda marah karena seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak anda dapatkan,
yang sebenarnya sangat anda dambakan.
•
Kecemburuan dapat menyebabkan perilaku
menyimpang dan bersifat dendam.
No comments:
Post a Comment